Rabu, 18 November 2020

INSTALASI JARINGAN KOMPUTER BAGIAN 2

Instalasi Jaringan Komputer

Di dalam jaringan LAN sudah pasti alat utama yang diperlukan adalah komputer/laptop. Disini kita memakai dua buah komputer/laptop. Adapun langkah-langkah dalam mempersiapkan komputer adalah :

1)Persiapan

a)Siapkan komputer lengkap seperti CPU, monitor, keyboard dan mouse

b)Siapkan kabel-kabel seperti 2 kabel power dan VGA

2)Pemasangan

a)Pemasangan kabel power

b)Pemasangan kabel monitor

c)Pemasangan keyboard USB

d)Pemasangan mouse USB

Alat kedua di salam jaringan LAN yang diperlukan adalah Enthernet Card/NIC(1 buah untuk komputer yang pertama dan 1 buah  untuk komputer lainnya). Adapun langkah-langkah dalam pemasangan Ethernet Card/NIC adalah :

1)Cari slot ekspansi yang mendukung kartu anda

2)Sejajarkan kartu dengan slot dan tekan kartu sampai benar-benar termuat semua pada slot

3)Kencangkan braket logam pada kartu ke dalam panel rangka belakang casing dengan sebuah baut.

4)Setelah selesai memasang kartu ekspansi pasang kembali penutup casing.

Alat ketiga dalam jaringan LAN yang diperlukan adalah switch/Hub. Adapun langkah-langkah dalam pemasangan Switch/Hub adalah :

1)Pasang kabel power

2)Setelah terhubung maka lampu indikator switch akan menyala dan swicth sudah bisa digunakan.

Alat Keempat di dalam jaringan LAN yang diperlukan adalah dua buah kabel UTP tipe stright. Kabel pertama dihubungkan pada komputer 1 dan kabel kedua dihubungkan ke komputer lainnya. Sebelum kabel dipasang pada komputer kita perlu membuat kabel tersebut dengan tipe penyambungan stright.

Konfigurasi Jaringan Komputer

Setelah kita melakukan instalasi/memasang. Selanjutnya kita lakukan konfigurasi pada jaringan(untuk menghubungkan jaringan LAN)

Langkah-langkah mengatur Name dan Workgroup adalah :

1)Klik kanan pada my computer-klik kiri pada properties

2)Klik change settings

3)Klik menu change, kemudian pilih workgroup lalu masukan nama workgroup yang anda inginkan, kemudian klik OK.

Langkah-langkah mengatur IP Adress

1)Klik Start->Control Panel->Network And Internet Connection->pilih change adapter setting(pada menu sebelah kiri). Kemudiaan pilih NIC yang sedang aktif(Local Area Network), klik kanan dan pilih properties.

3)Pilih use The Following IP Address

4)Pada Tab General isikan IP Adress yang diinginkan(pada kasus isikan dengan IP Address yaitu 192.168.1.2 dan komputer lainnya yaitu 192.168.1.3

5)Lalu klik tombol OK setelah selesai membuat pengaturan tersebut.

Testing Jaringan Komputer

Setelah dilakukan instalasi dan konfigurasi jaringan LAN kemudian langkah selanjutnya adalah dengan mencoba atau testing jaringan tersebut. Langkah-langkahnya:

a)Klik Start->klik search kemudian ketik cmd untuk masuk ke dalam command prompt dari windows tersebut.

b)Pada jendela command prompt atau cmd ketikan ipconfig untuk mengetahui IP Address dari komputer

c)Kemudian ketikan ping lalu IP Address komputer sendiri untuk mengetahui apakah jaringan yang ada pada komputer sendiri itu baik atau tidak. Bila reply maka jaringan yang ada pada komputer sendiri sudah bisa digunakan untuk menghubungkan pada komputer lainnya.

d)Apabila DHU maka harus melakukan konfigurasi IP Address ulang

e)Kemudian lakukan testing jaringan pada komputer yang lainnya dengan cara ketik ping spasi lalu ketik ip address komputer lainnya kemudian klik enter. Jika reply maka jaringan LAN sukses dihubungkan, Tapi apabila RTO(Request Time Out) maka jaringan LAN gagal dihubungkan dan perlu dikonfigurasi ulang atau cek alat-alat jaringannya.

Pengalamatan IPv4 dan IPv6

Pada pembahasan ini bagaimana cara melakukan pengalamatan IP pada jaringan komputer yang tepat?IP(Internet Protokol) Address adalah alamat logika yang diberikan kepada perangkat jaringan yang menggunakan protokol TCIP/IP, dimana digunakan untuk meneruskan paket informasi dalam jaringan LAN, MAN, WAN, dan internet.

Atau lebih singkatnya alamat unik dari suatu perangkat jaringan yang terdapat di dalam jaringan. Saat ini ada 2 versi IP Address yaitu:

a)IP Versi 4

Dalam penglamatan IPv4 sangat didasari oleh karakteristik berikut:

- Network ID

- Host ID

- Subnet Mask

- Broadcast

b)IP Versi 6

Dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu:

a)Alamat Unicast

b)Alamat Multicast

c)Alamat Anycast

Subneting Classfull

Subnetting adalah upaya/proses untuk memecah sebuah network dengan jumlah host yang cukup banyak, menjadi beberapa network dengan jumlah yang lebih sedikit.

Subnetting berguna untuk:

a)menentukan batas network ID dalam suatu subnet

b)memperbanyak jumlah network

c)mengurangi jumlah host dalam satu network

d)mengurangi tingkat kongesti lalulintas data dalam suatu network

e)efisiensi penggunaan IP Address

Pada dasarnya subnetting adalah mengambil bit-bit dari bagian host sebuah alamat IP dan mereserve atau menyimpannya untuk mendefinisikan alamat subnet. Jadi semakin banyak jumlah subnet, semakin sedikit jumlh bit yang tersedia untuk mendefinisikan host bit.

Berikut istilah umum dalam pengalamat IP yaitu:

a)Host IP Address

b)Network Mask

c)Network Address

d)Network Broadcast Address

e)Total Number of Host Bits

f)Number of Hosts

IP Classless adalah IP yang tidak mempunyai kelas, perbedaan mendasar antara IP Classless dan IP Classfull adalah penggunaan tada prefik atau slash dibelakang IP Address yang bersangkutan.

Ada cara pengalokasian IP yaitu: 

a)CIDR

b)VLSM

Network Address Translation(NAT)

Suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu PC pada jaringan lokal ke jaringan internet dengan menggunakan satu alamat IP Public. Alasan menggunakan NAT pada jaringan:

a) menghematIP legal yang diberikan oleh ISP

b) mengurangi terjadinya duplikasi IP Address pada jaringan

c) menghindari proses pengalamatan kembali pada saat jaringan berubah

d) meningkatkan fleksibilitas untuk koneksi ke internet.

NAT adalah suatu metode pokok yang memungkinkan komputer yang mempunyai address yang tidak terdaftar atau komputer atau komputer yang menggunakan address private, untuk bisa mengakses internet. IP Address private tidak bisa di route ke internet.

Terminal NAT jaringan internal  adalah kumpulan jaringan yang menjadi

Port Address Translation(PAT)

Merupaan metode untuk menghubungkan beberapa port yang diakses pada jaringan lokal ke jaringan internet menggunakan satu alamat IP public sesuai dengan port yang di akses. Atau diartikan adalah suatu fitur dari jaringan perangkat yang menerjemahkan TCP atau UDP, komunikasi yang dilakukan antara host pada jaringan. Memodifikasi IP paket secara transparan seperti saat melewatinya. Modifikasi yang membuat semua paket yang mengirim ke jaringan publik dari beberapa host di jaringan pribadi tampaknya berasal dari satu host pada jaringan publik.

Hubungan antara NAT dan PAT, PAT adalah bagian dari NAT dan terkait erat dengan konsep Network Address Translation. PAT juga dikenal sebagai NAT Overload. Dalam PAT pada umumnya hanya satu alamat IP Publik terbuka dan beberapa host private menghubungkan melalui alamat yang tertera. Masuknya paket dari jaringan publik diarahkan pada jaringan privat dengan mengacu pada tabel dalam perangkat PAT yang melacak port pairs publik dan privat.

Dalam PAT baik pengirim pribadi IP dan nomor port diubah, perangkat PAT memilih nomor port yang akan dilihat oleh host pada jaringan publik. 






Selasa, 17 November 2020

POLIMORFISME DALAM PBO

Dari segi bahasa,  Polimorfisme  (bahasa inggris:  Polymorphism ) berasal dari dua kata bahasa latin yakni  poly  dan  morphPoli  berarti banyak, dan  morf  berarti bentuk. Polimorfisme  berarti banyak bentuk ( wikipedia ).

Polymorphism adalah gambaran pola dalam object-oriented programming di mana banyak class memiliki fungsi yang berbeda ketika menggunakan interface dan atau abstract class yang sama.

Masih bingung? ketika banyak class menggunakan interface dan atau abstract class yang sama tapi memiliki fungsi yang berbeda-beda itulah polymorphism.

Polymorphism jika diartikan secara bahasa maka poly berarti banyak dan morph berarti bentuk, jadi polymorphism berarti banyak bentuk.

Dalam polymorphism kita bisa menggunakan abstract class saja atau interface saja atau menggunakan keduanya.

Berikut ini contoh polymorphism pada Interface :

 <?php    
Interface Hewan {
public function Makan();
public function Bergerak();
public function Beranak();
}

class Burung Implements Hewan {
public function Makan() {
return "Burung makan biji-bijian<br/>";
}

public function Bergerak() {
return "Burung bergerak dengan berjalan, terbang dan melompat<br/>";
}

public function Beranak() {
return "Burung beranak dengan bertelur<br/>";
}
}

class Kambing Implements Hewan {
public function Makan() {
return "Kambing makan rumput<br/>";
}

public function Bergerak() {
return "Kambing bergerak dengan berjalan dan berlari<br/>";
}

public function Beranak() {
return "Kambing beranak dengan melahirkan<br/>";
}
}

$burung = new Burung;
$kambing = new Kambing;

echo "<b>Perilaku Burung : </b><br/>";
echo $burung->Makan();
echo $burung->Bergerak();
echo $burung->Beranak();

echo "<br/>";
echo "<b>Perilaku Kambing : </b><br/>";
echo $kambing->Makan();
echo $kambing->Bergerak();
echo $kambing->Beranak();
?>

Jika program diatas dijalankan akan tampil :

Perilaku Burung : 
Burung makan biji-bijian
Burung bergerak dengan berjalan, terbang dan melompat
Burung beranak dengan bertelur

Perilaku Kambing :
Kambing makan rumput
Kambing bergerak dengan berjalan dan berlari
Kambing beranak dengan melahirkan

Dengan polymorphisn maka beberapa object yang sama dapat diimplementasikan melalui method yang baku dan terstruktur sehingga mempermudah saat proses pemrograman.

Polymorphism dengan class abstract

Selain melalui interface, konsep polymorphism juga bisa dilihat pada penerapan class abstract. Namun tentunya penerapan polymorphism disini tidak seluas dan sefleksibel ketika menggunakan Interface. Untuk lebih jelas bisa dilihat pada tulisan tentang Interface dan Class Abstrak.

Berikut ini contoh polymorphism pada Hewan tadi jika dibuat dengan class abstrak :

 <?php    
abstract class Hewan {
abstract public function Makan();
abstract public function Bergerak();
abstract public function Beranak();
}

class Burung extends Hewan {
public function Makan() {
return "Burung makan biji-bijian<br/>";
}

public function Bergerak() {
return "Burung bergerak dengan berjalan, terbang dan melompat<br/>";
}

public function Beranak() {
return "Burung beranak dengan bertelur<br/>";
}
}

class Kambing extends Hewan {
public function Makan() {
return "Kambing makan rumput<br/>";
}

public function Bergerak() {
return "Kambing bergerak dengan berjalan dan berlari<br/>";
}

public function Beranak() {
return "Kambing beranak dengan melahirkan<br/>";
}
}

$burung = new Burung;
$kambing = new Kambing;

echo "<b>Perilaku Burung : </b><br/>";
echo $burung->Makan();
echo $burung->Bergerak();
echo $burung->Beranak();

echo "<br/>";
echo "<b>Perilaku Kambing : </b><br/>";
echo $kambing->Makan();
echo $kambing->Bergerak();
echo $kambing->Beranak();
?>

Senin, 16 November 2020

Contoh Program Penggunaan Switch

Switch Case

Untuk kegunaan Switch sama saja dengan IF yaitu menghasilkan sebuah output dengan kondisi yang ditentukan. Namun, untuk Fungsi Switch jarang sekali saya gunakan untuk pembuatan sebuah program. Dimana saya sendiri cenderung menggunakan IF. Berikut pengilustrasian Switch di C#.

Untuk pengaplikasian dalam program C# dapat dicontohkan seperti ini :

Contoh Program:

using System;

using System.Collections.Generic;

using System.Linq;

using System.Text;

using System.Threading.Tasks;

namespace menu {

    class Program {      

        static void Main(string[] args) {

 // deklarasi

    float luaspersegipanjang,panjang,lebar;

    Double luaslingkaran,r;

    float volbalok, p, l, t;

    int pilih;

    const double phi = 3.14;


    Console.WriteLine("Menu");

    Console.WriteLine("1.Luas persegi panjang");

    Console.WriteLine("2.Luas lingkaran");

    Console.WriteLine("3.Vol balok");

    Console.WriteLine("4.Keluar");

    Console.WriteLine("================");


    Console.Write ("Masukan menu pilihan anda (1-4) :");

    pilih = Convert.ToInt16(Console.ReadLine());

    switch(pilih)

    {

    case 1 :

    Console.Write ("Masukan sisi panjang :");

    panjang = Convert.ToSingle(Console.ReadLine());

    Console.Write ("Masukan sisi lebar :");

    lebar = Convert.ToSingle(Console.ReadLine());

    luaspersegipanjang= panjang*lebar;

    Console.WriteLine("Luas persegi panjang = "+ luaspersegipanjang);

    Console.ReadKey();

    break ;


    case 2 :

    Console.Write("Masukan jari-jari lingkaran : ");

    r = Convert.ToDouble(Console.ReadLine());

    luaslingkaran= r * r * phi;

    Console.WriteLine("Luas lingkaran = " + luaslingkaran);

    Console.ReadKey();

    break;


    case 3 :

    Console.Write("Masukan sisi panjang : ");

    p = Convert.ToSingle(Console.ReadLine());

    Console.Write("Masukan lebar :");

    l = Convert.ToSingle(Console.ReadLine());

    Console.Write("Masukan tinggi :");

    t = Convert.ToSingle(Console.ReadLine());

    volbalok = p*l*t;

    Console.WriteLine("Volume balok="+volbalok);

    Console.ReadKey();

    break;


    case 4:

    Console.WriteLine("Semangat Belajar");

    Console.ReadKey();

    break;


    default:

    Console.WriteLine("Inputan anda salah silahkan ulangi !!");

    Console.ReadKey();

    //main();

    break;

            }

        }

    }

}

HASILNYA:

HASIL MENU PILIHAN 1:



Rabu, 04 November 2020

Instalasasi Jaringan Komputer

Jaringan komputer adalah jaringan telekomunikasi yang memungkinkan antar komputer untuk saling berkomunikasi dengan bertukar data.

Tujuannya agar setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan(service).

Pihak yang meminta/menerima layanan disebut Klien dan yang memberikan/mengirim layanan disebut Server.

A. Instalasi Jaringan Komputer

Jaringan komputer adalah sekumpulan komputer berjumlah banyak yang terpisah-pisah akan tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya.

Tujuan utama pembuatan jaringan komputer adalah untuk transfer informasi dan saling berbagi pakai sumber daya. Contohnya:

1)Sharing Koneksi Internet

2)Sharing Data

3)Sharing Printer

Jenis-jenis jaringan berdasarkan jangkauan geografis, yaitu :

1. Local Area Network(LAN)

Merupakan suatu jaringan yang terbatas pada daerah relatif kecil. LAN biasanya terbatas pada daerah gegrafis tertentu, seperti laboratorium, sekolah, kantor atau gedung. Jangkauan 10 meter-1 kilometer.

2. Metropolitan Area Network(MAN)

Merupakan jaringan komputer yang lebih besar dibandingkan LAN, MAN biasanya area geografisnya lebih besar dari LAN. Seperti jaringan dalam sebuah kota, antar provinsi dan jaringan antar kantor cabang. Jangkauannya 1  Kilometer - 10 Kilometer.

3. Wide Area Network(WAN)

Merupakan jaringan yang ruang lingkupnya sudah menggunakan sarana satelit, wireless, ataupun kabel fiberoptik. Karena jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas seperti mencakup negara atau benua. Lebih dari 10 Kilometer.

Jenis-jenis jaringan berdasarkan distribusi sumber data/informasi, yaitu :

1. Jaringan Client-Server

Pada jaringan ini, satu komputer berfungsi sebagai pusat pelayanan (server) dan komputer yang lain berfungsi meminta pelayanan (Client). Sesuai dengan namanya, Client Server berarti adanya pembagian kerja pengelolaan data antara Client dan server. Saat ini, sebagian besar jaringan menggunakan model client/server.

2. Jaringan Peer To Peer

Pada jaringan ini, tidak ada komputer yang berfungsi khusus dan semua komputer dapat berfungsi sebagai client dan server dalam satu saat bersamaan.

Jenis-jenis jaringan berdasarkan Topologi, yaitu :

Topologi jaringan komputer adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer yang lainnya sehingga membentuk jaringan.

1. Topologi BUS

Seluruh komputer saling terhubung ke sebuah bus atau jalur utama komunikasi data.

Keuntungan:

  • Sederhana
  • Kabel yang digunakan sedikit untuk menghubungkan
  • Biayanya lebih murah dibandingkan dengan susunan pengkabelan yang lain.
  • Cukup mudah apabila kita ingin memperluas jaringan pada topologi bus
Kelemahan:
  • Traffic yang padat akan sangat memperlambat bus
  • Setiap barrel connector yang digunakan sebagai penghubung dapat memperlemah sinyal elektrik yang dikirimkan  dan kebanyakan akan menghalangi sinyal untuk dapat diterima dengan benar
  • Sangat sulit untuk melakukan troubleshoot pada bus
  • Lebih lambat dibandingkan dengan topologi yang lain
2. Topologi STAR
Setiap komputer terhubung ke pusat(server) dan semua sambungan komputer harus memiliki server.
Keuntungan:
  • Cukup mudah untuk mengubah dan menambah  komputer ke dalam jaringan yang  menggunakan topologi star tanpa mengganggu aktivitas jaringan yang sedang berlangsung
  • Apabila satu komputer yang rusak dalam jaringan maka komputer tersebut tidak akan membuat mati seluruh jaringan.
  • Dapat menggunakan beberapa tipe kabel di dalam jaringan yang sama dengan hub.
Kelemahan:
  • memiliki satu titik kelsalahan, terletak pada hub
  • jika hub pusat mengalami kegagalan, maka seluruh jaringan akan gagal untuk beroperasi
  • membutuhkan lebih banyak kabel karena semua kabel jaringan harus ditarik ke satu central point, jadi lebih banyak membutuhkan lebih banyak kabel daripada topologi jaringan yang lain.
  • lalu lintas data yang padat dapat menyebabkan jaringan bekerja lebih lambat
3. Topologi RING
Seluruh komputer dalam jaringan terhubung pada sebuah jalur data yang saling menyambung sedemikian rupa sehingga menyerupai lingkaran atau cincin
Keuntungan:
  • Data mengalir dalam satu arah sehingga terjadinya collision dapat terhindarkan.
  • Aliran Data mengalir lebih cepat karena dapat melayani data dari kiri atau kanan dari server.
  • Dapat melayani aliran lalu lintas data yang padat, karena data dapat bergerak ke kiri atau ke kanan.
  • Waktu mengakses data lebih optimal.
Kelemahan:
  • Apabila ada satu komputer dalam ring yang gagal berfungsi, maka akan mempengaruhi keseluruhan jaringan
  • Menambah atau mengurangi komputer akan mengacaukan jaringan
  • Sulit untuk melakukan konfigurasi ulang
4. Topologi MESH
Mempunyai sejumlah simpul yang tersambung secara total dengan simpul-simpul yang lain.
Keuntungan :
  • Keuntungan utama dari penggunaan adalah fault tolerance.
  • Terjaminnya kapasitas channel komunikasi, karena memiliki hubungan yang berlebih.
  • Relatif lebih mudah untuk dilakukan  troubleshoot.
Kelemahan :
  • Sulitnya pada saat melakukan instalasi dan melakukan konfigurasi ulang saat jumlah komputer dan peralatan-peralatan yang terhubung semakin meningkan jumlahnya.
  • Biaya yang besar untuk memelihara hubungan yang berlebih.
Protokol Jaringan
Merupakan suatu aturan atau cara mengatur format atau bentuk komunikasi antarkomputer dalam jaringan. Protokol jaringan yang sering digunakan saat ini adalah :
1) Protokol TCP/IP
2) Protokol NetBIOS
3) Protokol Apple Talk
4) Protokol IPX
5) Protokol NetBUI

IP ADDRESS
adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. 
SUBNET MASK
digunakan untuk mengetahui alamat jaringan dari sebuah komputer dan untuk menentukan seberapa panjang bagian dari alamat IP yang dapat digunakan.

DNS(Domain Name Server)
Suatu sistem yang memungkinkan nama suatu host pada jaringan komputer atau internet ditranslasikan menjadi IP Address. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan arsitektur hierarki sebagai berikut:
1) Root Level Domain
2) Top Level Domain
3) Second Level Domain

B. Instalasi dan Konfigurasi Jaringan Komputer

Sebelum melakukan koneksi pada jaringan ada beberapa peralatan jaringan atau juga disebut hardware jaringan yang harus dipersiapkan diantaranya adalah:
1) KABEL
ada 3 jenis kabel yang secara umum sering dipakai, yaitu :COAXIAL dan TWISTED PAIR

1. COAXIAL
terdiri dari beberapa jenis, yaitu: Thick Coaxial, Thin Coaxial

2. TWISTED PAIR
terdiri dua jenis yaitu: UTP(Unshielded Twisted Pair) dan STP(Shielded Twisted Pair)

Ada 3 tipe penyambungan kabel untuk jaringan komputer yaitu 
  • Staright Cable
  • Crossover Cable
  • Rollover Cable
3. FIBER OPTIC
Kabel yang memiliki inti serat kaca sebagai saluran untuk menyalurkan sinyal antar terminal sering dipakai sebagai saluran BACKBONE karena kehandalannya yang tinggi dibandingkan dengan coaxial  atau kabel UTP. Kabel ini tidak terpengaruh oleh cuaca dan panas

2. ETHERNET CARD
Merupakan salah satu perangkat keras yang dibutuhkan komputer agar komputer dapat terhubung dengan jaringan. LAN CARD disebut juga dengan NIC-Network Interface Card dapat berupa perangkat yang terpisah dari motherboard atau dapat juga sudah tergabung di Motherboard.

3. KONEKTOR RJ45
adalah konektor kabel Ethernet yang biasa digunakan dalam topologi jaringan komputer LAN maupun jaringan komputer tipe lainnya.

4. CABLE TESTER
adalah alat yang digunakan untuk mengecek konektivitas kabel UTP yang telah berhasil dicrimping. 

5. TONE GENERATOR
adalah alat yang digunakan untuk melakukan tracing(pendeteksian) pada posisi manakah kabel LAN tersebut putus, alat ini sangat berguna pada kabel-kabel yang telah terpasang sehingga tidak perlu melakukan penggantian pada seluruh kabel hanya perlu melakukan penggantian pada sebagian atau penyambungan pada sebagian atau penyambungan ulang pada kabel yang putus tersebut.

6. CRIMPING TOOL dan CABLE STRIPPER
Crimping Tool adalah alat yang digunakan untuk memasang kabel jaringan. Peralatan ini memiliki multi fungsi, diantaranya bisa memotong kabel, membuka bungkus kabelnya, dan menjepit kepala konektornya

6. HUB DAN SWICTH
Biasanya disebut dengan Konsentrator. Adalah sebuah perangkat yang menyatukan kabel-kabel network dari setiap workstation, server atau perangkat lain.

Praktek Instalasi Jaringan Komputer

Sumber Pustaka: Setiawan, Rudy. 2017. Buku Siswa Komputer dan Jaringan Dasar. Surakarta. Mediatama.

Tugas untuk kalian buat cara Instalasi Jaringan Komputer dengan menggunakan Powerpoint atau Video dengan isi:
1. Alat yang diperlukan
2. Persiapan
3. Pemasangan
4. Konfigurasi Jaringan Komputer
5. Testing Jaringan
6. Pengalamatan IPV4 dan IPV6 (bagi yang punya buku yang tidak punya, tidak usah dibuat untuk bagian nomor 6)



Senin, 02 November 2020

For Bersarang

Seringkali, kita perlu melakukan operasi perulangan for di dalam operasi perulangan for yang lain. Konstruksi seperti ini biasa disebut dengan perulangan for bersarang. Kegunaanya adalah untuk memanipulasi setiap elemen pada sebuah matriks multi-dimensi.

Katakan kita sekarang memiliki sebuah matriks dua dimensi berukuran 3 x 3 seperti pada gambar di bawah ini.


Kali ini, kita memiliki sebuah matriks yang terdiri dari 3 baris dan 3 kolom. Untuk menampilkan nomor baris dan nomor kolom pada setiap elemen matriks di atas, kita bisa menggunakan perulangan for bersarang seperti pada kode program di bawah ini.

for (int i = 0; i < 3; i++) // iterasi baris
{
for (int j = 0; j < 3; j++) // iterasi kolom
{
Console.Write("({0}, {1})", i, j);
}
Console.Write("\n");
}
/*
output:
(0, 0)(0, 1)(0, 2)
(1, 0)(1, 1)(1, 2)
(2, 0)(2, 1)(2, 2)
*/

Pada konstruksi di atas, kita memiliki dua buah pernyataan for. Satu pernyataan for berada di dalam pernyataan for yang lain. Pernyataan for yang berada di luar (biasa disebut dengan outer-loop) berfungsi untuk melakukan perulangan pada baris matriks. Sedangkan pernyataan for di dalamnya (biasa disebut dengan inner-loop) berfungsi untuk melakukan perulangan pada kolom matriks.

Pada saat outer-loop mengiterasi baris pertama, inner-loop akan mengiterasi kolom pertama sampai kolom ketiga pada baris pertama. Selanjutnya, saat outer-loop mengiterasi baris kedua, inner-loop akan melakukan iterasi pada kolom pertama sampai kolom ketiga pada baris kedua. Hal yang sama juga dilakukan untuk iterasi baris ketiga.